Artikel GAKOPSYAH
Kiat Agar Utang Lekas Terbayar
Senin, 17 Desember 2018
Kiat Agar Utang Lekas Terbayar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Utang, acap kali menjadi cara satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sangat mendesak. Berutang juga merupakan jalan yang kerap di tempuh orang untuk menutupi hasrat dan ambisi duniawi seseorang. Ber utang memang pada dasarnya di perbolehkan. Tetapi, jika tidak pan dai-pandai mengelola utang, tak mustahil justru akan berubah bak momok sepanjang hayatnya.

Syekh Yahya bin Musa az- Zahrani dalam risalahnya bertajuk Ad- Dain bain Al-Masyru’ wa Al- Mamnu’ mengatakan, sekalipun utang diperbolehkan, tetapi sejatinya utang yang tidak dikelola secara disiplin akan mendatangkan kecemasan yang luar biasa. Ini pernah terjadi, konon pada zaman Rasulullah SAW.

Ketika itu, Rasul pernah bertemu dengan Abu Umamah yang tengah duduk sendirian dan termenung di masjid. Padahal, waktu itu bukan masa pelaksanaan shalat. Raut mukanya tam pak kusut. Melihat gelagatnya itu, Rasul bertanya, ada apa gerangan? Abu Amamah menjawab, utang telah melilitnya.

Utang pula yang sering membuat malu bertemu dengan si pemberi utang. Adalah Qais bin Saad bin Ubadah. Ia terkenal dengan kebaikan dan kedermawannya. Suka menolong dan memberikan utang kepada para tetangga dan sahabatnya. Ketika ia jatuh sakit, tak satupun yang bergegas menjenguknya.

Usut punya usut, mereka malu bertemu dengan si Qais lantaran belum menunaikan utang mereka. Mendengar hal itu, Qais terheran-heran, ia tidak pernah memikirkan hartanya. “Saya bebaskan utang kalian,” kata Qais. Detik itu juga, pintu rumahnya tak pernah tertutup dari para penjenguk.

Itulah, kata Syekh Yahya, contoh dari dampak negatif berutang. Ada beberapa efek negatif berutang, pertama, perasaan cemas dan takut. Hal ini pernah ditegaskan dalam hadis Uqbah bin Amir. Rasul mengingatkan, jangan sampai diri seseorang kembali terkungkung rasa takut dalam kondisi yang aman. Apakah itu, tanya para sahabat. “(Jeratan) utang,” titah Rasul. Berutang, lanjut Syekh Yahya, bisa mendorong pengutang berkata bohong. Ini dilakukan menyusul belum adanya kemampuan membayar ataupun karena alasan lain. Saat pembayaran utang jatuh tempo, ada saja dorongan untuk mangkir dari membayar atau minimal mengulur waktu. Itu semua dilakukan dengan berbohong.

Sebuah hadis dari Aisyah menyebut kan, Rasul sering menyerukan dan meneladankan agar berdoa dari jeratan utang-piutang. Ini lantaran, acap kali orang yang berutang itu berbohong. “Jika ia berutang, ucapannya kerap dusta dan janjinya sering tak ditepati,” sabda Rasul. Dan celakanya, ujar Syekh Yahya, utang bisa mengurangi pahala seseorang kelak di akhirat. Sebuah hadis menyebut, ada dua kategori orang yang berutang, pertama, yang bersangkutan meninggal dunia dan ber niat membayarnya. Allah SWT akan menjadi penanggungnya kelak di akhirat. Kedua, orang berutang lalu meninggal sementara ia memang tidak berniat menunaikannya. Jika demikian, tiap kebaikannya kelak diambil untuk menutupi utang-utangnya tersebut.

Syekh Yahya pun lantas berbagi kiat-kiat agar seseorang bisa segera terbebas dari utangnya. Hal yang pertama ia tekankan ialah niat. Para pengutang, hendaknya, sedari awal memiliki iktikad baik untuk membayar segala utang nya kepada pihak kedua. Sejauh manakah kesungguhan niatnya tersebut akan turut menentukan kelancaran rezekinya.

Hadis dari Abu Hurairah menegaskan itu. “Barang siapa yang berurusan dengan harta orang lain lalu ingin segera mengembalikanya, maka Allah akan membantunya. Jika ia berniat menghilangkannya, maka Allah akan binasakan.”

Bila ada kelapangan rezeki dan kemampuan membayar utang, segeralah menunaikan utangnya itu. Dahulukan utang dari segala tanggungan. Tak ada yang bisa menjamin kapankah ajal akan lekat di kandung badang. Maka, jangan lagi menunda membayar utang. Rasul di hadis Abu Hurairah, menyatakan, se andainya memiliki emas sebesar Gunung Uhud, sebelum lewat tiga hari, utang dulu yang mesti dibayar. Langkah ini mesti didukung dengan perencanaan keuangan yang baik.

Utamakan kebutuhan primer, dalam konteks ini, membayar utang. Jangan dahulukan keperluan sekunder saat ada keleluasaan rezeki. Bersabarlah. Terakhir kali, Syekh Yahya mengingatkan supaya tetap memanjatkan doa. Kekuatan doa, bagaimanapun tak pernah terukur. Doa akan selalu melibatkan “sentuhan tangan-Nya.”

Rasul mengajarkan sejumlah doa agar mempermudah terlepas dari utang. Doa itu, antara lain, ”Ya Allah, cukupkanlah harta halal dari yang haram, dan jadikanlah aku kaya dengan karunia-Mu dari selain-Mu.” Di kisah Abu Umamah, Rasul berbagi tips doa terbebas utang, yakni mengucapkan doa yang cukup panjang di tiap pagi dan sore hari. Potongan doa itu ialah, “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari jeratan utang.”

Artikel Lainnya
Koperasi Sebagai Media Promosi Anggota
Jum'at, 04 Agustus 2017

Suksesnya suatu Koperasi harus diukur dari tingkat kesejahteraan anggotanya, bukan seberapa besar lembaganya, bukan seberapa besar asset lembaganya, bukan seberapa sejahtera karyawannya. Dalam koperasi itu terdapat “perusahaan koperasi” sebagai konsekuensinya, maka tujuan koperasi yang paling u

Konsultasi Syariah: Hijrah Bisnis Sesuai Syariah
Jum'at, 21 September 2018

Hijrah berarti meninggalkan aktivitas yang tidak sesuai syariah dengan aktivitas baru yang sesuai syariah. Hijrah, termasuk dalam ekonomi syariah, itu menjadi kewajiban.

Wakaf Tunai Sebagai Penggerak Ekonomi Ummat
Jum'at, 18 Agustus 2017

Wakaf uang mempunyai posisi yang sangat strategis dalam perekonomian ummat Islam, menjadi sumber dana dari masyarakat dan untuk kesejahteraan masyarakat

FIQIH UANG ELEKTRONIK
Jum'at, 15 Desember 2017

Apa itu E – Money ?

Anggota GAKOPSYAH

Jl. Rama Barat No.3B, Kel. Cikijing, Kec. Cikijing, Majalengka 45466

Jl. Pegadaian No. 44, Des. Lembang, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat 40391

Jl Sultan Agung No. 9 Sumber Cirebon

Konsultasi Ekonomi Syariah

Konsultasi Ekonomi Syariah bersama DPS GAKOPSYAH Klik Disini

Lihat Semua Konsultasi
Jadwal Shalat

PENYESUAIAN JADWAL SHALAT UNTUK SELURUH DAERAH DI JAWA BARAT :

Kota Koreksi (menit) Kota Koreksi (menit)
Banjar - 3 Bekasi + 3
Bogor + 3 Ciamis - 3
Cianjur + 2 Pangandaran - 3
Cirebon - 3 Depok + 3
Garut - 1 Indramayu - 3
Karawang + 2 Kuningan - 3
Majalengka - 2 Purwakarta + 1
Subang - 1 Sukabumi + 3
Sumedang - 1 Tasikmalaya - 2
Lokasi Kami
Statistik Pengunjung
Content View Hits : 57.505

Copyright 2017, GAKOPSYAH JAWA BARAT.