Artikel GAKOPSYAH
Konsultasi Syariah: Transaksi Tawarruq
Senin, 01 Oktober 2018
Konsultasi Syariah: Transaksi Tawarruq

Diasuh oleh: Dr Oni Sahroni, Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia  

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb. Ustaz, bagaimana ketentuan syariah tentang tawarruq? Beberapa produk di luar negeri itu berbasis tawarruq.
(Albar, Jakarta)  

Jawaban:
Waalaikumsalam wr wb.

Menurut standar syariah internasional, tawarruq munadzam itu hanya dibolehkan karena ada kebutuhan, di antaranya mengatasi likuiditas antarbank. Kesimpulan hukum ini berdasarkan telaah terhadap pendapat para ulama salaf dan pendapat otoritas fatwa internasional terkait dengan tawarruq.


Sesungguhnya praktik tawarruq masa salaf berbeda dengan tawarruq ini (tawarruq munadzom). Tawarruq berasal dari kata wariq yang berarti dirham atau uang. Kalau ada ungkapan  bahasa Arab istauraqa ar rajulu itu bermakna laki-laki itu meminta uang. (Lisan al ‘Arab, hal. 492)


Istilah tawarruq menjadi populer dalam kitab-kitab mazhab Hanbali. Sementara mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i menggunakan istilah buyu’ al ajal. (Syekh Mukhtar Salam, at Tawarruq al Mashrifi, Hauliyatul Barakah, edisi 6, hal. 203)


Menurut Standar Syariah AAOIFI, substansi tawarruq munadzam (regulated) adalah perbankan menjual komoditas dari pasar komoditas internasional atau yang lainnya kepada pembeli dengan harga tidak tunai, kemudian bank tersebut berkewajiban–baik karena disyaratkan dalam akad maupun karena kebiasaan–mewakili pembeli untuk menjualnya kembali kepada pembeli lain dengan harga tunai dan menyerahkan uangnya kepada pembeli pertama.


Di antara karakteristik tawarruq adalah: dalam tawarruq munadzam tujuan pembeli adalah uang bukan barang (barang hanya simbolik), pembeli disyaratkan menjual kembali barang yang dibelinya kepada penjual (pihak ketiga), melibatkan tiga pihak, dan harga dalam transaksi kedua lebih murah.


Menurut mayoritas ulama, seperti Lembaga Fikih Islam Rabithah ‘Alam Islami, standar AAOIFI, Prof Rafiq Yunus al Mishri, Prof ad-Dharir, Mukhtar Salam, tawarruq mashrafi dibolehkan dengan batasan-batasan tertentu.

Misalnya, standar syariah internasional AAOIFI menegaskan, "Tawarruq bukan produk investasi atau pembiayaan. Karena itu, LKS tidak dibolehkan menjadikan tawarruq untuk keperluan mobilisasi dana sebagai alternatif dari mudharabah, wakalah bil istitsmar, sukuk, dan lain-lain. LKS hanya boleh menggunakan tawarruq karena al hajah, di antaranya menutupi kekurangan likuiditas dan meminimalisasi risiko likuiditas lembaga-lembaga keuangan syariah." Wallahu a’lam.

Source : 
REPUBLIKA.CO.ID

Artikel Lainnya
Koperasi Sebagai Media Promosi Anggota
Jum'at, 04 Agustus 2017

Suksesnya suatu Koperasi harus diukur dari tingkat kesejahteraan anggotanya, bukan seberapa besar lembaganya, bukan seberapa besar asset lembaganya, bukan seberapa sejahtera karyawannya. Dalam koperasi itu terdapat “perusahaan koperasi” sebagai konsekuensinya, maka tujuan koperasi yang paling u

WASPADA RENTENIR ONLINE !!!
Senin, 24 Desember 2018

Di era internet ini, kanal pinjaman semakin banyak tersedia. Bila dahulu, kita hanya mengenal bank, lembaga pembiayaan (multifinance), koperasi, maka di era internet ini kita mengenal Peer to Peer Lending, fintech lender, fintech aggregator, sampai rentenir online.

PRINSIP – PRINSIP PEMBIAYAAN YANG BERTANGGUNGJAWAB
Rabu, 26 September 2018

Ada 8 Prinsip Pinjaman yang bertanggungjawab

Asal Muasal Bitcoin dan Hukumnya dalam Islam
Jum'at, 06 Juli 2018

Bitcoin sebagai alat tukar hukumnya boleh dengan syarat harus ada serah terima (taqabudh) dan sama kuantitas jika jenisnya sama. Dan jika jenisnya berbeda disyaratkan harus taqabudh secara haqiqi atau hukmi (ada uang, ada bitcoin yang bisa diserahterimkan) #Bitcoin

Anggota GAKOPSYAH

Jl. Tol Jagorawi Ciawi-Bogor

Jl. Simega No. 111 RT 027/006, Ds. Kertawinangun, Kec. Kedawung, Kab. Cirebon, Jawa Barat

Jl. Raya Darmaraja - Cibugel No. 003, Ds. Darmaraja, Kec. Darmaraja, Kab. Sumedang, Jawa Barat 45372

Konsultasi Ekonomi Syariah

Konsultasi Ekonomi Syariah bersama DPS GAKOPSYAH Klik Disini

Lihat Semua Konsultasi
Jadwal Shalat

PENYESUAIAN JADWAL SHALAT UNTUK SELURUH DAERAH DI JAWA BARAT :

Kota Koreksi (menit) Kota Koreksi (menit)
Banjar - 3 Bekasi + 3
Bogor + 3 Ciamis - 3
Cianjur + 2 Pangandaran - 3
Cirebon - 3 Depok + 3
Garut - 1 Indramayu - 3
Karawang + 2 Kuningan - 3
Majalengka - 2 Purwakarta + 1
Subang - 1 Sukabumi + 3
Sumedang - 1 Tasikmalaya - 2
Lokasi Kami
Statistik Pengunjung
Content View Hits : 57.513

Copyright 2017, GAKOPSYAH JAWA BARAT.