Artikel GAKOPSYAH
PRINSIP – PRINSIP PEMBIAYAAN YANG BERTANGGUNGJAWAB
Rabu, 26 September 2018
PRINSIP – PRINSIP PEMBIAYAAN YANG BERTANGGUNGJAWAB

                                                                           PRINSIP – PRINSIP PEMBIAYAAN YANG BERTANGGUNGJAWAB  

  1. Bisnis keuangan koperasi syariah yang paling penting adalah menjembatani antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola modal (mudharib).  Apakah koperasi syariah bisa tumbuh subur atau tidak sangat bergantung pada kemampuannya mengeloila bisnisnya.Kegagalan pengurus yang sering terjaadi adlaah karena mereka memahami tugas mereka hanya sebagai wali anggota untuk menghindari semua bahaya yang dihadapi oleh Koperasi Syariah.
  2. Kopeasi Syariah berdiri untuk meningkatkan kondisi ekonomi anggota. Untuk itu, perilaku, karakter, dan kemampuan keuangan para anggota harus dinilai. Setelah itu carilah jenis kebutuhan yang diperlukan untuk membantu mereka.
  3. Setelah Koperasi Syariah didirikan, hanya beberapa anggota yang memahami maksud dan tujuan Koperasi Syariah. Pendidikan berulang – ulang harus diberikan untuk menanamkan semangat berkoperasi. Kita harus menyediakan banyak waktu untuk melakukannya. Mayoritas anggota menjalankan usahanya seperti sebelumnya dan baru menyadari pentingnya Koperasi Syariah ketika mereka terdesak dan memerlukan bantuan untuk mengatasi kesulitan keuangannya. Sebagian besar anggota malah terus mendapatkan pembiayaan dari para rentenir dan menjadi korban para rentenir tersebut daripada mengandalkan Koperasi Syariah untuk menyelesaikan masalah keuangan yang mereka hadapi.
  4. Tugas utama pengurus adalah menjelaskan semua sisi bsinis Koperasi Syariah kepada anggota, meningkatkan minat anggota berkoperasi dengan cara yang ramah dan lemah lembut, membangun kepercayaan diri anggota, jangan menunggu sampai anggota mengalami kondisi ekonomi yang hancur lembur hingga anggota putus asa, dan lain – lain. Tapi untuk mencegah bencana semacam itu terjadi, pimpinlah anggota dengan sebaik – baiknya agar masa depan anggota semakin baik.
  5. Bantuan perlu diberikan apabila anggota sanggup memanfaatkan sebaik-baiknya uang yang meraka ingin pinjam. Kesanggupan tersebut harus dibuktikan dengan fakta kepribadian dan karakter yang kuat dan kesanggupan mereka untuk bekerja keras. Jika anggota  mampu menunjukan kesanggupan tersebut, pengurus harus melakukan apapun sesuai kewenangan untuk membantu anggota.
  6. Pengurus hendaknya tidak menunggu saja sampai permohonan pembiayaan anggota tiba di meja mereka, bertindaklah proaktif dalam memberikan bimbingan kepada anggota, memperingatkan anggota agar mereka terbebas dari rentenir, dan meningkatkan kondisi kehidupan mereka dalam segala aspek. Semua rekomendasi ini dibuat dengan penuh kesadaran dan memberikan pembiayaan hanya kepada anggota yang rajin, hemat, dan tekun. Kami sangat merekomendasikan bahwa jangan sekali-kali memberikan pembiayaan kepada anggota yang malas, mudah menyerah, dan tidak dapat menggunakan uang secara bijaksana.
  7. Sejak awal, Koperasi Syariah memberikan pembiayaan kepada anggota yang sanggup menggunakan secara bijaksana uang yang dipinjamnya. Ini adalah cara satu – satunya untuk mencapai bisnis yang sukses, mengindari kekacaubalauan, dan memperbaiki perilaku para anggota yang belum memiliki konsep yang jelas. Para pemimpin Koperasi Syariah pertama-tama harus peduli kepada para anggota yang lemah yang bekerja sendiri untuk memperbaiki kondisi kehidupannya. Bantuan keuangan yang pertama baru dapat diberikan, apabila yang bersangkutan sudah terbukti  mau membantu dirinya sendiri.
  8. Begitu masuk menjadi anggota, mereka sering kali segera ingin mendapatkan pembiayaan. Mereka lupa bahwa uang yang mereka pinjam harus digunakan secara benar. Anggota beranggapan bahwa dengan mendapatkan pembiayaan, mereka akan mendapatkan  uang dan semua masalah mereka akan selesai. Mereka memuaskan diri dengan fakta bahwa pendapatan akan masuk dan tidak ada risiko. Inilah metode yang paling sering dan paling merugikan Koperasi Syariah.   


Menyimak pernyataan tersebut, bagaimana penerapan dalam pengelolaan pemberian pembiayaan Koperasi Syariah? Prinsip – prinsip berikut memberikan rincian tambahan dari pendekatan terhadap pembiayaan yang bertanggungjawab
 1.       Berpihak kepada Anggota
 2.       Pemberian Pembiayaan yang Adil
 3.       Penyampaian jasa pelayanan dan biaya lainnya harus jelas dan tertulis agar para anggota paham.
 4.       Promosi yang Jujur dan Tanpa Tipu Daya
 5.       Praktik – Praktik Penagihan yang Bermartabat
 6.       Pendidikan Membangun Kebiasaan Berhemat dan Menggunakan Dana Pembiayaan secara Bijaksana.    


Source
: Dari Berbagai Sumber

Artikel Lainnya
Rabu, 02 Agustus 2017

Koperasi sebagai organisasi Sosio-Ekonomi sebenarnya memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Jargon koperasi yang sudah sama-sama kita ketahui “ bekerjasama, bergotong royong dan saling tolong menolong, untuk mencapai kemajuan bersama

Aspek Syariah Financial Technology
Selasa, 09 Oktober 2018

Produk perusahaan fintech diperkenankan menurut syariah dengan syarat memenuhi ketentuan dalam fatwa DSN MUI tentang fintech. Kesimpulan tersebut berdasarkan telaah terhadap produk perusahaan fintech, regulasi terkait, kaidah fikih muamalah, dan fatwa DSN MUI tentang fintech.

Selasa, 09 Mei 2017

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia saat ini sangat pesat. Terbukti dengan menjamurnya Bank Syariah, Leasing Syariah, Asuransi Syariah, Pasar Modal Syariah, Hotel Syariah dll. Koperasi Syariah merupakan bagian dari badan usaha syariah yang cukup pesat perkembangannya.

PERANG MELAWAN MISKIN PIKIRAN
Rabu, 24 Januari 2018

“Miskin harta itu gampang sembuhnya, cukup dengan bekerja. Tetapi kebanyakan orang itu bukan bukan miskin harta; mereka miskin pikiran!”

Anggota GAKOPSYAH

Jl. Siaga No. 25 Komplek Pertanian, Kel. Loji, Kec. Bogor Barat, Bogor, Jawa Barat 16117

Jl. Raya Simpang Tiga No.01 Sukasarikaler Ke. Argapura Kab. Majalengka

Jl. Banjarlayungan No. 32 Ds. Talaga Wetan, Kec. Talaga, Kab. Majalengka, Jawa Barat

Konsultasi Ekonomi Syariah

Konsultasi Ekonomi Syariah bersama DPS GAKOPSYAH Klik Disini

Lihat Semua Konsultasi
Jadwal Shalat

PENYESUAIAN JADWAL SHALAT UNTUK SELURUH DAERAH DI JAWA BARAT :

Kota Koreksi (menit) Kota Koreksi (menit)
Banjar - 3 Bekasi + 3
Bogor + 3 Ciamis - 3
Cianjur + 2 Pangandaran - 3
Cirebon - 3 Depok + 3
Garut - 1 Indramayu - 3
Karawang + 2 Kuningan - 3
Majalengka - 2 Purwakarta + 1
Subang - 1 Sukabumi + 3
Sumedang - 1 Tasikmalaya - 2
Lokasi Kami
Statistik Pengunjung
Content View Hits : 57.512

Copyright 2017, GAKOPSYAH JAWA BARAT.