Artikel GAKOPSYAH
Mengenal Cryptocurrency Bitcoin di Antara Pro dan Kontra
Kamis, 05 Juli 2018
Mengenal Cryptocurrency Bitcoin di Antara Pro dan Kontra


Siapa tak kenal uang? Di jaman sekarang hampir segala aktivitas membutuhkan uang. Sampai-sampai ada ungkapan: “di dunia ini yang gratis hanya udara.” Ke toilet pun mesti bayar. Di stasiun-stasiun kereta api dahulu, sering kita jumpai toilet berbayar. Namun setelah revitalisasi PT Kereta Api Indonesia (Persero), toilet-toilet tersebut tergantikan dengan toilet gratis yang bersih dan nyaman.  

Cryptocurrency: Bitcoin
(BTC)
Dunia �inansial sedang ramai dengan munculnya mata uang digital atau cryptocurrency/virtual currency. Secara fisik cryptocurrency tidak berwujud, sama seperti e-money(electronicmoney).   

Criptocurrency diciptakan dari algoritma matematika kompleks suatu sistem komputer yang bertujuan agar memiliki tingkat enkripsi atau keamanan transaksi yang tinggi. Cryptocurrency pertama yang diciptakan adalah Bitcoin. Bitcoin ditemukan oleh Satoshi Nakatomo pada tahun 2009. Jumlah maksimal Bitcoin yang akan beredar disebutkan hanya akan sebanyak 12 juta Bitcoin. Menurut beberapa situs fintech ( financial technology), Bitcoin (dan mata uang sejenisnya) dirancang untuk  mewujudkan empat ide dasar. Pertama, menjadi mata uang yang dapat digunakan secara global. Kedua, transaksi dilakukan secara peer-to-peer (tanpa perantara). Ketiga, tidak dikontrol oleh suatu pemerintah atau bisnis tertentu. Dan keempat, transaksi dilakukan tanpa mengungkapkan identitas penggunanya. Bitcoin dihasilkan oleh para penambang atau miner. Penambang merupakan orang yang menggunakan sumber daya komputer untuk menjalankan program algoritma penyusun Bitcoin. Komputer yang digunakan adalah komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Oleh karenanya butuh modal yang besar untuk menjadi penambang Bitcoin.  
Orang yang ingin bertransaksi dengan Bitcoin tapi bukan penambang, biasanya menggunakan jasa perusahaan penyedia Bitcoin. Mereka kemudian membeli Bitcoin dengan mata uang resmi seharga Bitcoin terhadap mata uang tersebut pada saat itu. Kurang lebih seperti kurs mata uang. Bitcoin yang dihasilkan atau dibeli, disimpan dalam wallet. Wallet sebenaranya merupakan sebuah aplikasi penyimpanan digital yang dapat dijalankan dipersonal computer , laptop, bahkan ponsel.  

 Pro dan Kontra
Hadirnya Bitcoin (dan mata uang sejenisnya) turut mengundang pro dan kontra. Bagi yang pro, Bitcoin dianggap sebagai sistem yang brilian dan merupakan jenjang baru dari evolusi mata uang. Sedangkan bagi kalangan yang kontra, Bitcoin dianggap berbahaya.  

Negara lain seperti China, Korea Selatan, Singapura dan beberapa negara lain, sepakat melarang aktivitas Bitcoin. Korsel menyatakan tidak menerima perdagangan mata uang digital dalam sistem perbankannya. Singapura bahkan menutup akun-akun bank perusahaan yang menawarkan jasa jual-beli dan transaksi dengan Bitcoin. Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) bersikap serupa. OJK menganggap segala aktivitas Bitcoin, sebagai tindakan ilegal karena belum memiliki ijin resmi dan masih dalam proses penelitian. Namun, OJK sendiri belum berencana untuk melarangnya hingga semester I-2018, sampai diterbitkannya aturan tentang teknologi inansial.  

Terdapat beberapa kekhawatiran terhadap aktivitas Bitcoin. Misalnya beberapa negara menemukan bahwa Bitcoin banyak digunakan dalam berbagai transaksi kejahatan seperti pencucian uang, perdagangan narkoba dan senjata ilegal.   Namun di sisi lain, nilai Bitcoin yang sempat menyentuh 14.000 USD (Rp 190 juta) per 1 Bitcoin pada akhir tahun 2017, ternyata sangat menggiurkan bagi spekulan. Bahkan, hingga saat ini terus bermunculan beberapa jenis mata uang digital lain yang disebut sebagai turunan dari Bitcoin seperti Bitcoin Cash (BCH), Ethereum (ETH), Stellar lumens (XLM), dan lain sebagainya. Tentu saja, hukum utama yang berlaku dalam semua bentuk investasi tetap sama: High Risk, High Return!”   sumber : www.ontracknews.id

Artikel Lainnya
Rabu, 02 Agustus 2017

Koperasi sebagai organisasi Sosio-Ekonomi sebenarnya memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Jargon koperasi yang sudah sama-sama kita ketahui “ bekerjasama, bergotong royong dan saling tolong menolong, untuk mencapai kemajuan bersama

Koperasi Sebagai Media Promosi Anggota
Jum'at, 04 Agustus 2017

Suksesnya suatu Koperasi harus diukur dari tingkat kesejahteraan anggotanya, bukan seberapa besar lembaganya, bukan seberapa besar asset lembaganya, bukan seberapa sejahtera karyawannya. Dalam koperasi itu terdapat “perusahaan koperasi” sebagai konsekuensinya, maka tujuan koperasi yang paling u

KEMBALI KE KOPERASI ? KENAPA TIDAK ?
Senin, 10 Juli 2017

Konon lebih dari 80 persen kekayaan nasional kita dikuasai oleh kurang dari 1 persen jumlah penduduk negeri ini, sebuah ketimpangan yang nyata dan berbahaya. Di negeri yang konstitusinya dengan jelas menyebutkan bahwa perekonomian disusun atas azas kekeluargaan (Pasal 33 UUD 1945).

Kiat Agar Utang Lekas Terbayar
Senin, 17 Desember 2018

Utang, acap kali menjadi cara satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sangat mendesak. Berutang juga merupakan jalan yang kerap di tempuh orang untuk menutupi hasrat dan ambisi duniawi seseorang.

Anggota GAKOPSYAH

Jl. Simega No. 111 RT 027/006, Ds. Kertawinangun, Kec. Kedawung, Kab. Cirebon, Jawa Barat

Jl. Tol Jagorawi Ciawi-Bogor

Jalan Kiara Sari Asri No. 10

Konsultasi Ekonomi Syariah

Konsultasi Ekonomi Syariah bersama DPS GAKOPSYAH Klik Disini

Lihat Semua Konsultasi
Jadwal Shalat

PENYESUAIAN JADWAL SHALAT UNTUK SELURUH DAERAH DI JAWA BARAT :

Kota Koreksi (menit) Kota Koreksi (menit)
Banjar - 3 Bekasi + 3
Bogor + 3 Ciamis - 3
Cianjur + 2 Pangandaran - 3
Cirebon - 3 Depok + 3
Garut - 1 Indramayu - 3
Karawang + 2 Kuningan - 3
Majalengka - 2 Purwakarta + 1
Subang - 1 Sukabumi + 3
Sumedang - 1 Tasikmalaya - 2
Lokasi Kami
Statistik Pengunjung
Content View Hits : 57.514

Copyright 2017, GAKOPSYAH JAWA BARAT.