Artikel GAKOPSYAH
Wakaf Tunai Sebagai Penggerak Ekonomi Ummat
Jum'at, 18 Agustus 2017
Wakaf Tunai Sebagai Penggerak Ekonomi Ummat

Di Indonesia wakaf belum terlalu populer dibandingkan dengan zakat dan sedekah,  padahal wakaf memberikan kemanfaatan ‘lebih’ ketimbang zakat dan sedekah, yang dimaksud lebih disini adalah  kemanfaatan yang diberikan oleh wakaf ini berlangsung jauh lebih lama bahkan tidak memiliki batas waktu. Kita bersyukur saat ini pemerintah dalam hal ini Badan Wakaf Indonesia (BWI) mulai serius mengurusi dana wakaf ummat,  Bapak Mustafa Edwin Nasution membuat simulasi tentang potensi wakaf, jika jumlah kalangan kelas menengah sebesar 10 juta orang dengan asumsi menyumbangkan wakaf uangnya.

Tk                           Prediksi                 Besaran     Potensi                    Potensi wakaf
Penghasilan/bln      jumlah Donatur     Donasi        wakaf(perbulan)      (pertahun)

500 Ribu               
4 juta                     5.000          20 Miliar                   240 Miliar

1 -2 Juta               
3 juta                    10.000          30 Miliar                   360 Miliar

2 – 5 juta              
2 juta                    50.000        100 Miliar                   1,2 Triliun

5 – 10 juta            
1 juta                   100.000       100 Miliar                   1,2 Triliun

TOTAL
                
10 juta                                       250 Miliar                     3 Triliun

Mengacu dengan data diatas , jika dana wakaf sebesar 3 triliun selama satu tahun di investasikan dalam bentuk simpanan berjangka dilembaga keuangan syariah misalkan dengan rate 9 persen, maka returnnya Rp. 270 miliar, fantastis bukan? 

Potensi wakaf uang sangat besar jika dikelola dengan baik, terutama jika dana itu diserahkan kepada pengelola profesional dan di investasikan disektor yang produktif, apalagi jika dimanfaatkan untuk pengembangan pemberdayaan ekonomi ummat,  maka impactnya akan sangat banyak , selain untuk  Nadzir wakafnya, untuk lembaga/pengelola wakaf uang (Maukuf alaih pertama), disalurkan lagi kepada penerima manfaat/pelaku usaha (maukuf alaih kedua), dan bagi hasil atau hasil investasi tersebut disalurkan untuk membantu  fakir/miskin/dhuafa/program kemanusiaan (maukuf alaih ketiga), untuk membantu kepentingan Ummat.

Wakaf uang mempunyai posisi yang sangat strategis dalam perekonomian ummat Islam, menjadi sumber dana dari masyarakat dan untuk kesejahteraan masyarakat, sebagai contoh dibeberapa negara seperti Turki, Mesir, Arab Saudi, pembangunan infrastruktur, sarana pendidikan dan kesehatan dibiayai dari hasil pengembangan wakaf, dengan demikian dana wakaf tunai ini mampu menopang berbagai kegiatan sosial dan juga keagamaan.

Dalam perkembangan pengelolaan wakaf uang ini memang masih banyak menemui kendala  diantaranya adalah wakaf uang kerap dikelola dengan manajemen buruk akibatnya nilai wakaf berkurang bahkan hilang, inilah tantangannya untuk institusi pengelola wakaf uang,  perlu dibuat strategi pengelolaan yang baik dan dana wakaf ini diinvestasikan dengan baik agar tujuan akhir wakaf terwujud dan lembaga pengelola wakaf ini bisa berumur panjang dan berkelanjutan.

Wakaf uang sebagai instrumen finansial, keuangan sosial dan perbankan sosial, menurut M.A. Mannan merupakan produk baru dalam sejarah perekonomian Islam, intrumen finansial yang dikenal dalam perekonomian Islam selama ini berkisar pada murabahah dan musyarakah, selain itu ummat Islam hanya mengenal konsep wakaf sebagai sumbangan berupa aset tetap, untuk dimanfaatkan oleh ummat, maka wajar saja wakaf uang ini belum terlalu populer karena masih ada anggapan bertentangan atau berlawanan dengan persepsi Ummat Islam yang sudah terbentuk cukup lama.

Gagasan wakaf uang dipopulerkan kembali melalui pembentukan Social Investment Bank Limited (SIBL) diBangladesh yang dikemas dalam mekanisme instrumen Cash Waqf Certificate telah memberikan kombinasi alternatif solusi mengatasi krisis kesejahteraan yang ditawarkan Chapra dan M.A. Mannan.

Bank Indonesia
pun terus menerus melakukan kajian tentang seberapa besar impact dari wakaf uang pada lembaga-lembaga keuangan syariah di Indonesia, Lembaga Keuangan Syariah  setelah mengelola dana ZIS-Waf perlahan tapi pasti memiliki sumber dana dari wakaf uang (Simpanan Investasi Wakaf Jangka-Panjang) yang dapat menggantikan ketergantungannya dari sumber lain (Liabilitas Lainnya) yang mahal


Aktiva                                                          Pasiva
Kas                                                             
Simpanan Giro Wadiah
Simpanan Bank                                           Simpanan Tabungan Zakat
Piutang                                                        Simpanan Tabungan Wadiah/Mudharabah
Pembiayaan                                                 Simpanan berjangka/ Deposito  Mudharabah
Jasa (fee Based service)                             Simpanan Investasi Wakaf jangka Panjang

Investasi Jangka Panjang                             Modal Wakaf

Inventori                                                       Cadangan Modal
Aktiva Tetap                                                 Modal 


Dalam kaitannya dengan integrasi keuangan komersial dengan sosial syariah, dana-dana ZIS-Waf yang dikelola oleh lembaga keuangan syariah seperti perbankan syariah dan BMT dapat berperan dalam menyediakan pembiayaan dengan biaya rendah sehingga memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah, namun memiliki potensi bankable yang cukup baik, untuk dapat mendapatkan akses kepada jasa keuangan. Lebih jauh lagi, Ascarya, Rahmawati dan Tanjung (2015) bahkan menemukan bahwa integrasi keuangan komersial dan sosial syariah dapat memperluas iklusifitas yang bersifat holistik, yaitu yang tidak hanya terbatas pada jasa keuangan namun juga pada aspek sosial. Selanjutnya, perluasan inklusi keuangan ini juga akan meningkatkan variasi   pembiayaan yang disalurkan sehingga akan memperkuat transmisi melalui jalur stabilitas.

Dengan demikian pengelolaan dana ummat  terutama yang bersumber dari wakaf uang sangat berimbas pada peningkatan kualitas hidup dan kehidupan sumberdaya insani kearah yang lebih baik. Berikan informasi yang masiv kepada masyarakat sebagai bagian dari edukasi, himpun dananya dan kelola dengan amanah, dengan memegang prinsip transfaran dan akuntabel,  dan akhirnya berikan manfaat untuk ummat sebagai bagian dawah iqtishodiyah kita,  perekonomian Islam berjalan dengan baik, sejahteralah ummat, semoga.  

Wallahu ‘alam

Yudi Haryadi, SE.,MM
Dewan Pengawas KSP PS BMT itQan
Penggiat dan Praktisi Koperasi
Alumnus Pasca Sarjana IKOPIN








Artikel Lainnya
WASPADA RENTENIR ONLINE !!!
Senin, 24 Desember 2018

Di era internet ini, kanal pinjaman semakin banyak tersedia. Bila dahulu, kita hanya mengenal bank, lembaga pembiayaan (multifinance), koperasi, maka di era internet ini kita mengenal Peer to Peer Lending, fintech lender, fintech aggregator, sampai rentenir online.

Senin, 15 Juli 2019

DIRANGKUM DARI “Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia”

Aspek Syariah Financial Technology
Selasa, 09 Oktober 2018

Produk perusahaan fintech diperkenankan menurut syariah dengan syarat memenuhi ketentuan dalam fatwa DSN MUI tentang fintech. Kesimpulan tersebut berdasarkan telaah terhadap produk perusahaan fintech, regulasi terkait, kaidah fikih muamalah, dan fatwa DSN MUI tentang fintech.

Mengenal Cryptocurrency Bitcoin di Antara Pro dan Kontra
Kamis, 05 Juli 2018

Hadirnya Bitcoin (dan mata uang sejenisnya) turut mengundang pro dan kontra. Bagi yang pro, Bitcoin dianggap sebagai sistem yang brilian dan merupakan jenjang baru dari evolusi mata uang. Sedangkan bagi kalangan yang kontra, Bitcoin dianggap berbahaya.

Anggota GAKOPSYAH

Jl. Simega No. 111 RT 027/006, Ds. Kertawinangun, Kec. Kedawung, Kab. Cirebon, Jawa Barat

Jl. KH. Saleh No. 13B, Kel. Sayang, Kec. Cianjur, Cianjur 43213

Jl,Pamekar Raya no.69 Bandung

Konsultasi Ekonomi Syariah

Konsultasi Ekonomi Syariah bersama DPS GAKOPSYAH Klik Disini

Lihat Semua Konsultasi
Jadwal Shalat

PENYESUAIAN JADWAL SHALAT UNTUK SELURUH DAERAH DI JAWA BARAT :

Kota Koreksi (menit) Kota Koreksi (menit)
Banjar - 3 Bekasi + 3
Bogor + 3 Ciamis - 3
Cianjur + 2 Pangandaran - 3
Cirebon - 3 Depok + 3
Garut - 1 Indramayu - 3
Karawang + 2 Kuningan - 3
Majalengka - 2 Purwakarta + 1
Subang - 1 Sukabumi + 3
Sumedang - 1 Tasikmalaya - 2
Lokasi Kami
Statistik Pengunjung
Content View Hits : 54.051

Copyright 2017, GAKOPSYAH JAWA BARAT.